Selamat Datang di investasimikro.com

Web ini terbuka bagi semua investor yg berkunjung, tanpa perlu mendaftar jadi member ataupun membayar biaya regristrasi. Free 100%

INVESTASIKAN uang Anda di beberapa BISNIS ONLINE, sehingga bila ada satu dua program yg bermasalah, investasi kita tetap akan jalan

LIHAT DAFTAR B.O, pelajari marketing plan, kelancaran profit & bonus nya.

JOIN LEWAT URL B.O & DAPATKAN CASHBACK NYA

Pelajari Aturan Investasi Online

KLIK DISINI

Tampilkan postingan dengan label FOREX ANALISA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FOREX ANALISA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2011

ANALISA FUNDAMENTAL FOREX

ANALISA FUNDAMENTAL
A. Definisi Analisa Fundamental
Kata kunci dari analisa ini ada pada dua kata, yaitu demand dan supply. Pada dasarnya pelaku pasar adalah manusia. Dengan mengukur lebih banyak mereka yang melakukan aksi beli (demand) atau sebaliknya aksi jual (supply), maka kita kita dapat mengetahui kemana harga akan bergerak. Pendeknya bila demand bertambah sementara supply tetap maka seperti layaknya harga akan segera merangkak naik. Demikian juga sebaliknya ketika supply (penawaran) yang bertambah tetapi demand tetap maka harga akan mulai turun dikarenakan barang banyak beredar di pasaran. Dua hal inilah yang coba diketahui oleh analisa fundamental.
Nah berhubungan dengan semua itu dilakukan oleh para pelaku pasar maka seperti layaknya psikologi massa, hal itupun berlaku dalam dunia forex. Ketika muncul berita-berita ekonomi misalnya yang melaporkan bahwa mata uang negara cenderung akan melemah maka analisa fundamental bertugas untuk menganalisa berita yang akan akan muncul lalu jikalau berita tersebut muncul bagaimana kaitannya dengan reaksi pasar. Kadangkala dikarenakan pasar juga seringkali digerakkan oleh emosi sesaat, tanpa berita ekonomi apapun seringkali terjadi aksi kenaikan atau penurunan harga mata uang. Biasanya ini disebabkan oleh pergeseran demand supply karena adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan aksi pembelian atau penjualan dalam jumlah besar.
B. Jenis-Jenis Berita Fundamental
Dalam analisa fundamental sarana yang berperan adalah berita. Sebagian besar berita fundamental yang berperan dalam menentukan naik turunnya nilai mata uang adalah berita ekonomi. Informasi-informasi seperti tingkat pengangguran, index kepercayaan konsumen dan produsen atau berita-berita sejenis lainnya menentukan apakah sebuah mata uang akan menguat atau justru melemah terhadap pasangan mata uang lainnya.
Sebagian besar berita tersebut bermuara pada naik turunnya inflasi dalam sebuah negara. Dalam keadaan dimana inflasi mulai berjalan kea rah naik maka biasanya bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga. Kenaikan suku bunga dalam sebuah negara biasanya akan diikuti kenaikan sementara (namun besar) pada mata uangnya. Secara logika hal ini bisa disebabkan karena sector perbankan juga turut menaikkan suku bunganya termasuk suku bunga tabungan dan deposito. Hal ini memicu semakin banyaknya dana yang dihimpun di bank sehingga uang yang beredar di pasaran akan berkurang. Sesuai hukum demand supply ketika supply berkurang maka harga barang pun akan meningkat. Bahkan jikalau bank-bank di negara yang bersangkutan pun tidak ikut menyesuaikan dengan tingkat suku bunga yang ada psikologi dan pandangan para trader tetaplah demikian. Akibatnya mereka pun segera melakukan aksi buy yang akan menyebabkan demand bertambah. Hal ini menjadi semacam self-prophecy (penggenapan terhadap apa yang diyakinkan oleh dirinya sendiri) akan apa yang market percayai.
Dalam trading forex, naik turunnya suku bunga merupakan keputusan akhir dimana sebelumnya di awali oleh data-data infasi di itngkat konsumen dan produsen. Berita-berita ini pun sudah akan lebih dulu mempengaruhi pergerakan mata uang sehingga adnda tidak boleh mengganggap hanya berita kenaikan suku bungalah yang penting.
Ada puluhan berita fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar ke depannya. Ada berita fundamental yang penting untuk diperhatikan ada juga berita fundamental yang tidak perlu sama sekali dikarenakan berbagai factor. Dalam hal ini memang adalah penting untuk meilah-milah berita fundamental yang penting dan tidak penting. Itu akan kita pelajari pada bahasan selanjutnya yang berjudul “menyaring berita fundamental”.
C. Variabel Ekonomi yang Signifikan
1. Gross Domestic Bruto
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari empat komponen utama, yaitu tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.
Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam tiga rilis, yaitu advanced – rilis pertama, preliminary – revisi pertama, dan final – revisi kedua. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.

2. Tingkat Inflasi Suku Bunga
Pada dasarnya orang melakukan investasi adalah mengharapkan timbal balik hasil yang besar. Oleh karena itulah tingkat suku bunga bank sentral akan mempengaruhi ketertarikan investor terhadap produk investasi.

3. Tingkat Pengangguran
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan berhubungan dengan politik), unemployment rata relative kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian.

4. Neraca Berjalan dan Neraca Dagang
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor) dan angka negative menunjukkan deficit (impor melebihi ekspor).
Curret Account adalah jumlah dari Trade Balance ditambah dengan pendapatan bersih dari luar negeri.
Trade balance atau current account dapat dipandang dari dua sisi, yaitu sebagai selisih ekspor dan impor, maupun sebagai kurang lebih selisih dari tingkat tabungan nasional dan tingkat investasi nasional. Jeleknya data ini secara umum diartikan sebagai berkurangnya tingkat persaingan negara tersebut. Namun, jeleknya data ini juga dapat diartikan sebagai kuatnya perekonomian, jika jeleknya data tersebut dikarenakan tingkat investasi nasional tumbuh lebih pesat daripada tingkat tabungannya.
D. Indicator Ekonomi AS paling sensitive sebagai penggerak harga
Meski kebanyakan pelaku pasar valuta asing bertransaksi menggunakan analisa teknikal, namun diperkirakan ada sekitar 25% dari para dealer yang melakukan transaksi berdasarkan analisa fundamental sementara yang murni menggunakan analisa teknikal sekitar 30%. Dari apa yang kami pelajari beberapa tahun ini, analisa fundamental kian meningkatkan peranannya sebagai penggerak harga utama dan harga berdasarkan analisa kami kebanyakan gerakan signifikan dollar (semisal terhadap euro) terjadi pada 20 menit pertama suatu data fundamental dirilis.
Secara relative efek yang ditimbulkan dari tiap data juga mengalami perubahan. Di tahun 1992, neraca dagang (trade balance) AS merupakan penggerak harga (market mover) nomor satu sementara data ketenagakerjaan non pertanian (nonfarm payroll dan data pengangguran) menduduki urutan ketiga. Di tahun 2004, kedua indicator ini bertukar tempat dimana data payroll memainkan peranan utama sebagai penggerak harga untuk dollar dan data trade balance turun di peringkat ketiga. Dari peristiwa ini diketahui bahwa harga pasar mengalihkan fokusnya pada data sector ekonomi yang berbeda sesuai dengan isu yang tengah terjadi –sebagai contoh data neraca dagang dipandang sangat penting ketika perekonomian suatu negara tengah berada dalam status defisit. Hal yang sama terjadi di saat perekonomian dianggap lemah dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan maka data payroll serta pengangguran dianggap sangat penting untuk diketahui.
Berdasarkan riset dilakukan oleh National Bureau of Economic Research (NBER) pada tahun 1999, peringkat sensitifitas dari data ekonomi AS diurutkan sebagai berikut.
Tahun 1997
1. Unemployment rate dan nonfarm payroll (tingkat pengangguran dan penciptaan lapangan kerja)
2. Isu suku bunga
3. Inflasi
4. Trade Balance (neraca dagang)
5. GDP (Pendapatan Domestik Bruto)
Tahun 1992
1. Trade Balance (neraca dagang)
2. Isu suku bunga
3. Unemployment rate dan nonfarm payroll (tengkat pengangguran dan penciptaan lapangan kerja)
4. Inflasi
5. GDP (Pendapatan Domestik Bruto)
Di peringkat berdasarkan reaksi tercepat ketika dirilis
Sebagaimana yang terlihat pada table di bawah ini, data nonfarm payroll merupakan penggerak harga paling signifikan yang mampu menggerakkan harga rata-rata 124 pip dalam 20 menit pertama setelah data itu dirilis dan memperlebar range sebesar 192 pip dalam perdagangan hari itu. Isu seputar suku bunga menduduki peringkat kedua. Sementara data seperti aliran modal masuk internasional dari Depkeu AS biasanya memberi bias 33 pip dalam 20 menit pertama dan mampu memperlebar kisaran hari itu hingga 132 pip?

ANALISA TEKNIKAL FOREX

ANALISA TEKNIKAL
A. images7Pengertian Analisa Teknikal
Analisa teknikal adalah salah satu analisa untuk mengevaluasi pergerakan suatu harga. Pergerakan harga yang terjadi pada periode yang lalu menjadi dasar analisa pergerakan harga di periode yang akan datang. Ada tiga prinsip dasar di dalam mempelajari analisa teknikal.

Pergerakan harga yang telah terjadi merupakan gambaran kejadian secara keseluruhan. Kejadian yang telah terjadi yang mampu menggerakan pasar tersebut dikarenakan adanya factor ekonomi, fundamental politik termasuk kejadian-kejadian yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.
Analisa teknikal juga menggambarkan factor psikologis para pelaku pasar, sehingga kecenderungan harga yang terbentuk dari factor tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Untuk menggambarkan pergerakan trend harga, pola harga, kita menggunakan chart sebagai alatnya.
Beberapa jenis chart yang sering dipergunakan untuk analisa adalah:
TIPE-TIPE CHART :
A. Line Chart
Line chart merupakan jenis chart yang paling sederhana.?
linechart

B. Bar Charts
Bar chart dapat digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga dalam dua cara:
H L C (High, Low, Close)
O H L C (Open, High, Low, Close)
barchart

PENTING :
Open merupakan harga pembukaan pada saat pasar dibuka pertama kali. Harga pembukaan merupakan acuan untuk pergerakan harga berikutnya. Setelah penutupan harga pada periode sebelumnya. Harga pembukaan didasarkan atas besarnya penawaran dan permintaan di pasar yang terjadi pada saat ini. Harga pembukaan ini menjadi acuan kemana arah pergerakan harga saat ini.

C. Candle Chart

Candle stik mempunyai metode yang sama dengan Bar Chart, penggambaran pergerakan harga didasarkan atas HLC (High, Low, Close)
chandelchart1


Price moving in trend:
Harga akan selalu bergerak mengikuti arah trend. Di dalam analisa teknikal ada tiga TREND dasar yaitu:
a. Up Trend (Bullish)
Up trend merupakan trend naik, dimana harga tertinggi yang baru cenderung lebih tinggi dari harga terendah sebelumnya.

uptrend

b. Sideways (Konsolidasi)
Sideways merupakan harga yang mempunyai kecenderungan bergerak dalam satu range band/hanya bergelombang tanpa trend naik ataupun turun. Biasanya harga ini dikenal sebagai arah wait dan see. Artinya harga yang akan menunggu terjadi harga reversal/pembalikan ataupun kontinuitas harga.

sideways

c. Down Trend (Bearish)
Down trend merupakan kebalikan dari up trend, dimana harga cenderung membentuk harga terendah yang baru dari harga tertinggi pada periode sebelumnya

downtrend

CATATAN PENTING :
GUNAKAN CANDLE CHART untuk memudahkan anda membaca pergerakan harga, LIHATLAH dalam layar monitor, apakah yang sedang terjadi, bila pergerakan harga sedang TREND ( naik / turun ), maka anda dapat melakukan order ( BUY / SELL ), namun bila sedang terjadi SIDEWAYS ( bergelombang ) sebaiknya anda menunggu trend yang akan terjadi terlebih dahulu…
MEMBACA KECENDERUNGAN HARGA ( akan naik atau turun )
Didalam menganalisa pergerakan harga, ada beberapa hal yang harus dipahami yang merupakan dasar dari analisa teknikal.
Secara umum pola harga mengikuti dua bentuk dasar, yaitu:
a. Pola Consolidation ( Melanjutkan trend / berkelanjutan )
Bentuk pola Continuation biasanya terbentuk saat gerakan harga mengalami kejenuhan/koreksi harga dalam Trend., SEHINGGA arah pergerakan harga akan melanjutkan pergerakan harga semula.
b. Pola Reversal ( Pembalikan Arah )
Bentuk pola yang biasanya akan mengarah pada pembalikan harga dari harga yang terjadi sebelumnya, Jika pergerakan harga semula turun, akan berbalik arah menjadi naik, begitu juga sebaliknya.
PERHATIKAN :
Kapan akan terjadi CONSOLIDATION dan kapan terjadi RESERVAL.
A. POLA KONSOLIDASI / BERKELANJUTAN :
1. TREND LINES
Hampir semua jenis grafik bertujuan untuk mencari kecenderungan harga pasar dalam periode tertentu. Berdasarkan periode waktu, Trend dapat dibedakan menjadi tiga macam:
a) Jangka Panjang (MAJOR TREND)
Yang merupakan Trend Major ( jangka panjang ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Monthly ( MN )
Biasa digunakan bagi mereka yang trading Bulanan/tahunan.
b) Jangka Menengah (MEDIUM TREND)
Yang merupakan Trend Medium ( jangka Menengah ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Weekly ( W1 ),Daily ( D1 ),
Biasa digunakan bagi mereka yang trading Mingguan
c) Jangka Pendek (MINOR TREND)
Yang merupakan Trend Minor ( jangka pendek ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: 4 jam, 1 jam, 30 menit, 15 menit, 5 menit, 1 menit.
Biasa digunakan bagi mereka yang trading Harian.
Caranya :
Anda dapat mencobanya dengan KLIK : M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1 dan MN di toolbar layar Metatrader.
ANALISA:
Saat terjadi TREND ( naik / turun ) inilah saat yang tepat untuk melakukan order BUY / SELL

2. SUPPORT DAN RESSISTANCE LEVEL
Teknik yang paling sering terdengar dalam analisa teknikal adalah Support dan Ressistance level. Harga ini merupakan analogi dari kesepakatan harga antara pembeli dan penjual, atau dengan kata lain adanya permintaan dan penawaran. Support merupakan tingkat harga dimana terdapat permintaan yang cukup untuk menahan penurunan harga yang lebih rendah. Di level ini para pembeli lebih tinggi dari pada penjual. Sedangkan Ressistance merupakan tingkat harga dimana penawaran yang cukup untuk menahan pergerakan peningkatan harga yang lebih tinggi. Pada level ini penjual lebih tinggi dari pada pembeli, sehingga terjadinya peningkatan harga yang lebih tinggi dari harga sebelumnya tidak akan terjadi.
Caranya ; Buatlah garis-garis horizontal sperti diatas ( klik: Garis Hirizontal di Tool Bar ), arahkan pada layar, lihat pergerakan harga sebelumnya, dan letakkan (klik) pada titik support (titik dimana saatnya order BUY) dan pada titik ressistance (titik dimana saatnya order SELL)
Perhatikan Gambar Berikut :
ANALISA :
Anda order BUY pada titik SUPPORT.
Anda order SELL pada titik RESISSTANCE

3. RETRACEMENT
Retracement/ koreksi selalu terjadi dalam pergerakan harga. Di forex trading, harga hanya bergerak naik atan turun. Artinya bila harga telah over ( menembus titik ter-atas atau ter bawah ) maka pasti akan terjadi KOREKSI dan harga dapat berbalik arah. Retracement seringkali merupakan jarak antara harga tertinggi dengan harga terendah dalam posisi konsolidasi. Nilai konstanta Retracement adalah: 74,6 %, 61,8%, 50 %, 38,2%, 23,6%.
Caranya :
Gunakan Fibo ( Fibonanci ) di Tool Bar layar atas, klik : Fibo, arahkan dari titik tertinggi grafik, ke titik terendah grafik ( pergerakan harga).
ANALISA :
Bila Harga yang bergerak sekarang, masih berada di bawah 50 %, maka kecenderungan masih akan terjadi penurunan, sehingga anda order SELL. Bila harga yang bergerak masih berada diatas 50% kecenderungan harga masih akan naik, maka order BUY.
Garis 50% disebut PIVOT ( PV )

4. PATTERN
Pattern merupakan gambaran atau pola dari bentukan harga di masa lalu. Berdasarkan asumsi bahwa berbagai peristiwa mengikuti pola kejadian masa lalu.

1) Pola Segitiga (Triangle)

triangle

2) Pola Bendera

bendera

3) Berlian (Diamond)
diamond
Bentuk pola Consolidation lebih sering terjadi dibandingkan dengan pola Reversal. Berdasarkan harga tertinggi dan harga terendah dalam suatu pola Consolidations, maka dapat dihitung jarak kenaikan atau penurunan harga (PRICE OBJECTIVE)
ANALISA :
1. Perhatikan Trend sebelum pola Consolidation terbentuk, kecenderungan harga setelah pola Consolidations adalah cenderung melanjutkan Trend yang terjadi sebelumnya.
2. Buatlah garis Bantu (Support dan Resistance Lines), karena pola juga merupakan hasil bentukan garis bantu, maka cara analisa Support dan Resistance dapat digunakan dalam kasus ini.
3 Bila pola-pola diatas terjadi, maka lihatlah TREND HARGA yang terjadi sebelum pola tersebut terbentuk, bila sebelumnya terjadi TREN UP ( naik ) maka kecenderungan harga masih akan melanjutkan TREND seperti pada saat terbentuk pola seperti diatas.

5. GAP

GAP atau lompatan harga terjadi karena permintaan/Demand dengan penawaran/Supply mengalami ketidakseimbangan yang besar. GAP hanya bisa diamati pada BAR chart ataupun dengan CANDLESTICK chart.
Cara analisa GAP:
6. OVER
Over atau kondisi dalam pererakan harga merupakan awal dari suatu pola, baik Consolidation Pattern maupun Reversal Pattern. Pada keadaan Over maka kondisi harga agak sulit diperhitungkan. Cara analisa kondisi Over menggunkan indikator seperti RSI, STOCKHASTIC SLOW, MACD, dan lain-lain. Suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan beli disebut sebagai OVER BOUGHT, sedangkan suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan jual disebut sebagai OVER SOLD.
ANALISA :
Melihat tingkat kejenuhan harga di dalam indicator menggunakan nilai parameter.
Harga mencapai nilai diatas 80 menunjukkan tingkat kejenuhan beli atau OVER BOUGHT.
Harga mencapai nilai dibawah 20 menunjukkan tingkat kejenuhan jual atau OVER SOLD.
OVER BOUGHT maupun OVER SOLD bukanlah saat untuk pengambilan posisi, melainkan sinyal wait and see ( tunggu dulu ), jangan oreder BUY atau SELL.

7. PRICE OBJECTIVE
Price Objective atau sasaran nilai harga setelah harga menembus garis/break line (Support/Resistance). Price Objective juga merupakan jarak antara sewaktu harga menembus/break line sampai nilai harga akhir perjalanan Trend (OBJECTIVE).
ANALISA :
Tunggu….jangan order dulu..


B. POLA PRUBAHAN ARAH (REVERSAL PATTERN)
Pola Reversal merupakan akhir dan juga awal perjalanan Trend. Bentuk pola Reversal adalah :
1. Dua puncak atas / double TOP
2. Dua tunjang Bawah / double bottom
3. Paku Tajam (V-SPIKE)
4. Head
4. Head and Shoulders
ANALISA pola Reversal:
1. Perhatikan Trend sebelum pola Reversal terbentuk, kecenderungan harga setelah pola Reversal adalah berganti arah Trend dari sebelumnya (BERBALIK ARAH )
2. Buatlah garis Bantu (Support dan Ressistane Lines), karena pola ini juga merupakan hasil bentukan garis Bantu, maka cara analisa Support dan Ressistance dapat digunakan dalam kasus ini.
3. Anda dapat melihat pola reserval ini dengan menggunakan LINE CHART.